BRMP Sulteng Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Lahan Suboptimal melalui Pelatihan SEAMEO BIOTROP
Palu, 3 September 2026. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung penerapan teknologi pertanian adaptif dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui keikutsertaan dalam Pelatihan Pengelolaan dan Pemanfaatan Lahan Suboptimal yang diselenggarakan oleh SEAMEO BIOTROP di Laboratorium Terpadu Universitas Tadulako (Untad), Palu, pada 1–3 September 2026.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Universitas Tadulako, Dr. sc. agr. Aiyen Tjoa. Dalam sambutannya, Aiyen mengapresiasi pelaksanaan pelatihan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas peserta sekaligus memperkuat transfer pengetahuan dalam mendukung pengelolaan sumber daya lahan secara berkelanjutan.
Deputi Direktur Bidang Program SEAMEO BIOTROP, Dr. rer. nat. Doni Yusri, S.P., M.M., menyampaikan bahwa pelatihan tersebut merupakan salah satu program unggulan SEAMEO BIOTROP tahun 2026. Kegiatan diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga membangun kapasitas mereka sebagai agen perubahan yang mampu menerapkan dan menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan kerja masing-masing.
Selama tiga hari pelaksanaan, sebanyak 34 peserta yang terdiri atas guru SMK, dosen, dan perwakilan instansi pemerintah mendapatkan pembelajaran mengenai berbagai aspek pengelolaan dan pemanfaatan lahan suboptimal. BRMP Sulawesi Tengah menjadi salah satu instansi pemerintah yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Materi pelatihan mencakup berbagai aspek penting dalam pengelolaan lahan suboptimal, antara lain nutrisi tanaman, keanekaragaman fungsional dan pemanfaatan mikoriza, konservasi lahan, karakteristik lahan dan mitigasi bencana pertanian, serta pemilihan benih unggul dan seleksi tanaman adaptif.
Selain pembelajaran teori, peserta mendapatkan materi dan praktik mengenai teknologi sederhana maupun aplikatif yang dapat mendukung pengelolaan lahan suboptimal. Materi tersebut meliputi pembuatan biopori dan bedengan konservatif, pembuatan kompos dan pupuk hayati, identifikasi gulma pada lahan tercemar, teknik berkebun pada lahan suboptimal, serta identifikasi pencemaran air dan tanah.
Metode pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktikum memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami teknologi secara lebih komprehensif. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai karakteristik dan permasalahan lahan suboptimal, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menerapkan berbagai teknologi pengelolaannya.
Bagi BRMP Sulawesi Tengah, materi tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan upaya penerapan modernisasi pertanian, khususnya dalam menghadapi keterbatasan sumber daya lahan dan kondisi lingkungan yang beragam. Pengetahuan mengenai konservasi tanah dan air, pemanfaatan bahan organik dan pupuk hayati, penggunaan tanaman adaptif, serta mitigasi risiko pada lahan suboptimal dapat menjadi bagian dari pendekatan teknologi yang disesuaikan dengan kondisi spesifik lokasi.
Pelatihan ditutup dengan penyusunan dan presentasi action plan sebagai bentuk komitmen peserta untuk menindaklanjuti pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh. Penyusunan rencana aksi tersebut menjadi bagian penting agar hasil pelatihan dapat diterjemahkan menjadi kegiatan nyata sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta.
Tiga hari belajar bersama SEAMEO BIOTROP, membawa pulang pengetahuan dan keterampilan untuk diterapkan di lapangan.
Penulis: Nurmasita Ismail
Editor: Hamka Biolan